SISWA SMAN 1 LINGGA MERAIH EMAS DI O2SN TINGKAT PROVINSI KEPRI 2019

Oleh: Nugraheni Dwi Agustin,S.Pd.

 

Dilansir dari juknis O2SN 2019, pembinaan peserta didik yang seutuhnya adalah pembinaan yang menumbuhkembangkan potensi kecerdasan peserta didik yang unik yang dilakukan melalui arena olah pikir, olah hati, olah rasa dan olahraga. Untuk membina olah raga sejak tahun 2008, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) secara konsisten menyelenggrakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasioanl (O2SN). O2SN diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi tumbuhnya bakat, minat, dan prestasi siswa di bidang olahraga.  Disamping itu O2SN juga adalah ajang  pembeinaan peserta didik agar memiliki mental dan budi pekerti yang tangguh, sportif, bersahabat dan cinta tanah air. Melalui  platform penguatan pendidikan karakter, O2SN sesungguhnya juga telah ikut menanamkan nilai-nilai The Olympism in Action, nilai-nilai pembangunan dunia yang lebih baik dan damai melalui olahraga.

Tahun ini pun semangat itu akan lebih nampak ketika O2SN puncaknya akan diselenggarakan di Banda Aceh. Seperti tahun tahun sebelumnya O2SN tingkat SMA mempertandingkan 5 (lima) cabang olahraga yaitu Pencak Silat, Karate, Atletik, Bulu Tangkis dan Renang.

HAFIZ LOMPAT JAUH MEMBAWA MEDALI EMAS

Judul di atas tidaklah bermaksud membingungkan pembaca. Hafiz Julianto, siswa SMAN 1 Lingga berusia 17 tahun pada bulan Juli lalu dan kini duduk di kelas XII menekuni cabang atletik lompat jauh putra. Raihan terbaiknya dapat ia persembahkan bagi sekolah dan daerahnya dalam ajang O2SN yang diselenggarakan di Stadion Glora Citramas, Batam bulan Juli lalu. Hafiz, begitu ia biasa dipanggil, berhasil melakukan lompatan terbaiknya sejauh 6,18 meter sehingga membawanya meraih medali emas dalam bimbingan dan tempaan guru pembinanya Pak Mizan,S.Pd.

Bersumber dari haluankepri.com/17/07/2019 selain dirinya terdapat tiga rekan lainnya yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Lingga pada cabang 100 meter putri yaitu Nula Santika, lompat jauh putri oleh Roslinda dan Kurnia Sandi pada cabang 100 meter putra. Maka keempat atlet tersebut dapat mewakili provinsi Kepuluan Riau ke tingkat Nasional di Banda Aceh pada tanggal 25-31 Agustus 2019.

Hafis merasa sangat senang dengan capaiannya saat ini. “ Saya sangat senang dan bangga karena bisa meraih prestasi,” tutur penggemar makanan khas Melayu ini. Namun perjuangan dan kerja kerasnya belum usai. Ia harus melanjutkannya ke tingkat nasional Agustus mendatang. “Persiapan saya selama ini adalah berlatih dengan sungguh-sungguh disertai dengan berdoa.” Ungkapnya dalam wawancara singkat melalui media sosial whatapps Sabtu, (10/8).

Pemuda yang menyukai dunia olahraga sejak kecil ini menuturkan suka duka menjadi atlit, “Saya merasakan sakitnya perjuangan saat berlatih untuk mendapatkan prestasi yang gemilang dan membanggakan pelatih saya dan kabupaten juga provinsi.”Sebagai atlit lompat jauh tentunya Hafiz memiliki dukungan dari orang-orang terdekat yang senantiasa memberinya motivasi dan semangat. “Keluarga saya tercinta dan orang-orang terdekat juga pelatih senantiasa mendukung saya.” Semangat terus mengalir dan harapan Hafiz untuk bisa terus mengharumkan nama sekolah dan daerahnya di kancah Nasional semakin terbentang.

Harapan penyuka warna merah dan hitam ini ke depan adalah dengan mendapatkan prestasi ia bisa mendapatkan kemudahan untuk masuk ke perguruan tinggi maupun kesempatan lainnya kedepan. Hafiz juga mengajak kepada teman-teman dan adik kelasnya  untuk bisa meneruskan prestasinya.

OKTA RENANG LAGI HINGGA KE PROVINSI

Okta Julian Nada, Pelajar SMAN 1 Lingga yang kini telah duduk di kelas XII IPS 3 masih aktif terjun di ajang O2SN. Pemuda yang tanggal kelahirannya bersamaan dengan rekan Atlet Lompat Jauh Putra, rekan satu sekolahnya Hafiz dan memiliki tubuh atletis ini bisa mempertahankan stamina hingga meraih gelar juara III bertahan. Persiapan yang dilakukannya bersama pelatih tentu lebih giat dan keras lagi.”Saya menambah waktu latihan dan latihan dengan lebih keras lagi,”akunya.

Pelombaan O2SN ini merupakan ajang ke dua yang diikutinya. Ia bersama rekan lain dan dua Pembina Pak Maharan dan Aditya Mayendra menempati Hotel M One. Okta cukup memahami strategi dalam lomba renang. Terbukti ia mampu mempertahankan posisi juara III. “Saya belajar dari penglaman-pengalaman sebelumnya dan jangan lupa berdoa.” Imbuhnya.  Sebagai penutup, pelajar yang bercita-cita sebagai TNI-AL ini berpesan “Crailah prestasi sebanyak-banyaknya, jalani dan tekuni bakat yang kita miliki. Berjuanglah dengan keras untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan. Jangan lupa berdoa karena usaha tanpa doa itu sombong dan doa tanpa usaha itu bohong.” **NG.

FOTO-FOTO

Okta meraih medali perunggu Cabang Renang Gaya Bebas Putra O2SN Provinsi

Okta

Foto bersama seluruh atlet renang, pelatih dan sponsor

Hafiz Julinato bersama pelatih dan rekan sesama Atlit

Hafiz menerima medali emas dan piala besama atlit lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *