SOSIALIASASI PENERAPAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN DARI BENCANA DI SMAN 1 LINGGA

Oleh Nugraheni Dwi Agustin,S.Pd.

SMA Negeri 1 Lingga pada Rabu, 28 November 2018 mendapakan Sosialisaisi Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana yang diselenggrakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau. Sosialisai ini diikuti oleh semua sekolah yang terdekat di kabupaten Lingga mulai dari jenjang SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Pesertanya merupakan perwakilan Ketua komite sekolah masing-masing, kepala sekolah, dan  dua orang guru. Kegatan yang berlangsung dari pukul 09.00 s.d 16.00 wib diisi dengan penyampaiaan materi oleh empat narasumber diantaranya dari BPBD provinsi Kepri dan Ketua PMI Kab Lingga.

Sosialasi ini dilakukan berlatar belakang pada kejadian bencana di banyak tempat di belahan dunia ini sering meninggalkan cerita pilu tentang nasib anak-anak. Mereka bukan hanya menjadi korban langsung akibat peristiwa bencana tetapi dalam banyak kejadian kehilangan hak mereka atas pendidikan karena kegiatan belajar mengajar terganggu. Dampak lain yang terjadi anak-anak mengalami tekanan psikis, perasaan takut, stress bahkan trauma yang tidak mudah untuk dihilangkan begitu saja.

Informasi dari narasumber menjelaskan sosialisasi ini dilakukan di sekolah-sekolah dengan alasan selain rumah, sebagian besar kehidupan anak-anak berlangsung di sekolah. Secara kuantitatif sebanyak 75% sekolah/madrasah di Indonesia berada pada risiko bencana gempa. Tidak hanya sebagai tempat poses belajar mengajar berlangsung, gedung sekolah berfungsi sering digunakan sebagai shelter bagi pengungsi bencana. Jumlah siswa yang memungkinkan untuk tersebarnya pengetahuan tentang penanggulangan bencana secara lebih luas. Jumlah guru yang tidak mungkin membantu seluruh siswa dalam keadaan darurat sementara siswa punya kemampuan sendiri jika dilatih melalui penididkan formal di sekolah, keberlanjutan informasi bisa dijaga/dipertahankan.

 Kriteria umum sekolah/madrasah aman bencana diantaranya adalah 1) memiliki komunitas pembelajar yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan resiko. 2) Mmeiliki rencana yang matang dan mapan pra bencana, saat tanggap darurat, dan pemulihan pasca bencana. 3) selalu siap untuk merespon pada saaat darurat dan pasca bencana. 4) memiliki rambu jalur dan peta evakuasi serta tempat kumpul yang aman. 5) mempunyai prosedur tetap siaga bencana. 6) Mengetahui jalur evakuasi dan lokasi relokasi teraman di kabupaten/kota. 7) mampu melaksanakan evakuasi pada saat terjadi bencana. 8) Mempunyai kebijakan untuk mobilitas sumberdaya secara berkelanjutan dalam upaya PRB.

Selain kriteria umum sekolah adalah arahan mengenai penataan ruangan kelas, arah pembukaan pintu yang lebar, peletakkan meja dan kursi kelas, posisi stop kontak dan pelatakkan hiasan dinding yang harus kuat. Peluang membangun sekolah aman melalui manajemen bebasis sekolah dan rehabilitasi melalaui program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan DAK (Dana Anggaran Khusus).

Drs Hermat Girsang, M.Si menjabat sebagai sekretarisBPBD Provinsi kepri dari tahun 2011 hingga sekarang memberikan materi tentangsistem Penanggulangan Bencana dan Kebijakan Daerah dalam Pengurangan RisikoBencana (PRB). Beliau menjelaskan secara singkat tahapan penanggulangan bencanayaitu 1) Pra bencana, 2) Tanggap darurat bencana, dan 3) Pasca bencana.  Tugas/urusan bersama penanggulangan bencanamelibatkan tiga unsur yaitu pemerintah/pemda, dunia usaha dan masyarakat.Secara khusus jenis ancaman bencana provinsi di Kepuluan Riau diantaranya 1)putting beliung, 2) cuaca ekstrim/ angina kencang, 3) banjir/gelombang pasang,4) kekeringan, 5) kebakaran hutan, lahan dan pemukiman, 6) abrasi pantai, 7)sambaran kilatan petir, 8) kabut asap kiriman, 9) Kegagalan teknologi, 10)Zoonosis epidemi dan endemic, 11) konflik social, dan 12) pencemaran lingkunganseperti tumpahan minyak di lintas perairan. Sekolah siaga bencanadiharapkan bisa diterapkan di semua sekolah di Kabupaten Lingga salah satunyaSMA Negeri 1 Lingga.  Sekolah siagabencana sebagai upaya keiagaan sekolah dikembangkan untuk menggugah kesadaranseluruh pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan baik individu maupunkolektif di sekolah dan lingkungan sekolah dalam hal kesiagaan bencana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*