OKTA, GIATBERENANG SEJAK DINI HINGGA CAPAI PRESTASI

Oleh Nugraheni Dwi Agustin,S.Pd.

Ajang perlombaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN),  Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (PORROV) sudah merupakan ajang yang sudah tidak asing lagi diikuti pelajar bernama lengkap Okta Julainnada. Sebagai atlet renang gaya bebas 100 meter pelajar kelas XI IPS-1 ini sudah berlatih sejak usia Sekolah Dasar. Ia mengaku memilih cabang renang karena diantara beberapa olahraga yang diikutinya renang lah yang paling memiliki prestasi. “Olahraga renanglah yang memiliki prestasi paling menonjol. Jadi saya termotivasi untuk meneruskan dan mencari prestasi lebih banyak di olahraga renang.” Tuturnya pada Rabu (12/12) saat diwawancarai melalui whatsapps.

Sebagai pelajar yang berperestasi, penyuka warna biru dan murah senyum ini akan berbagi pengalamannya kepada kita semua selama mengikuti kegiatan kejuaraan renang baik tingkat daerah, provinsi maupun nasional. Pengalaman paling berkesan bagi Okta adalah ketika mengikuti O2SN saat masih SD di Balikpapan, Kalimantan Timur mewakili provinsi Kepri tahun 2010. “Alhamdulillah saat O2SN SD se-provinsi Kepri meraih empat medali emas sehingga saya pun mengikuti O2SN tingkat nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selanjutnya saya mengikuti PORPROV III se-Kepri, tahun berikutnya POPDA VI se-Kepri, POPDA VII se-kepri meraih 1 medali perunggu. Saat sudah SMA mengikuti O2SN SMA se-kepri, baru-baru ini PORPROV IV se-kepri dan meraih 1 Medali perunggu.”terangnya.

Okta bersama kelima temannya berjuang bersama rekan-rekan dari SMA Negeri 1 Lingga dalam mengikuti ajang Porprov pada tanggal 26 November s.d 2 Desember 2018 di Tanjungpinang. Mereka yaitu Gion Sandoli peranang  gaya punggung 50 meter meraih juara III dan Irfan Saputra Gaya Dada 200 meter meraih juara III. Selain itu rekan mereka yang bernama Syahmareza, Muhammad Fadli, dan Tri Insya Khumaira dengan gigih menyumbangkan semangat untuk sesama atlet.

Pelajar yang lahir pada 2 Juli 2002 ini, telah rutin berlatih 5 bulan sebelum bertanding. “Jika waktu pertandingan semakin dekat saya latihan dengan lebih keras lagi.” Okta memang mempersiapkan diri agar performa semakin maksimal. Latihan yang giat, menjaga kesehatan dan berdoa adalah tips yang terbaik untuk menghadapi pertandingan. Meskipun sudah melakukan persiapan yang matang saat hendak bertanding, Okta tak jarang merasa gugup ketika berhadapaan dengan pesaingnya dari berbagai daerah. “ Timbul rasa gamam, tapi itu tidak menjadi penghalang karena saya sudah mempersipakan diri dengan latihan yang giat. Jadi jika kalah pun saya tahu kemampuan saya hanya segitu.”

Putra pasangan Bapak Amirullah dan Ibu Ramlah ini memiliki idola seorang perenang nasional yaitu I Gede Siman Sudarwa. Di damping pelatih Pak Maharan dan Pak Aditya Mayendra ia merasa bersemangat. Bukanlah hal mudah untuk bisa membagi waktu antara untuk berlatih ditengah jadwal pelajaran sekolah yang padat. “Kendala yang saya hadapi saat latihan hanya sedikit lelah, karena waktu istirahat sepulang sekolah sangat sedikit. Namun ketika saat pertandingan saya tidak mengalami kendala apapun.”Okta memiliki kedekatan yang baik dengan para pelatih. Sehingga suka maupun duka ia rasakan bersama-sama. “Sukanya adalah bisa kumpul bersama teman-teman, berlatih bersama dan bersenang-senang bersama. Namun dukanya jika kita kalah dalam pertandingan dan merasa  kecewa. Kita harus tetap melawan rasa sakit dan lelah pada saat latihan.”

Di sisi lain, pelatih berusaha memantau setiap saat dalam sesi latihan. Kekalahan yang dialami anak asuhnya merupakan hal yang wajar. Namun yang menjadi prioritas bagi Pak Aditya Mayendara adalah menjaga keseimbangan prestasi antara akademik dan nonakademik. “Saya sangat mengapresiasi usaha mereka buat mengukir prestasi yang juga akan mengharumkan nama sekolah. Sebagai siswa mereka harus sadar bahwa prestasi akademik harus diimbangi dengan prestasi nonakademik. Mereka tetap harus sadar dengan kewajibannya sebagai siswa dan sebagai atlet.”

Sebagai pelatih Pak Adiyta berharap agar para atlet terus mengasah kemampuan. “Sebab untuk olahraga renang ini sediri kita mengenal dengan istilah ‘lawan kita dalam perlombaan adalah diri kita sendiri’. Terlepas dari pada itu saya harap SMA Negeri 1 Lingga memliki regenerasi atlet yang baik sehingga dapat terus mempersembahkan prestasi bagi sekolah, pelatih, orangtua, dan diri sendiri semoga InsyaAllah untuk membawa nama daerah dalam skala nasional.”

Pak Aditya juga menyampaikan harapannya kepada sponsor agar memberikan perhatian kepada atlet renang, “Untuk sponsor saya berharap agar lebih melirik lagi ke kami atlet renang agar tidak hanya tertuju pada cabang olahraga permainan saja seperti sepakbola dan bola voli. Sebab di cabor renang itu sendiri memiliki banyak nomor lomba yang memungkinkan kita memperoleh medali lebih bayak.”

Kendala yang dihadapi dalam berlatih menurut beliau masih kurangnya fasilitas yang memadai untuk para atlet. “ Air kolam yang tidak diganti, tidak menggunakan kaporit akan merusak kulit. Kemudian peralatan untuk latihan masih tidak ada sehingga menjadi kendala untuk mencapai prestasi. Sebab atlet dari kontingen lain lebih maju dalam segi latihan.”  

Adapun hasil dari setiap pertandingan bagi pelatih maupun Okta sendiri adalah sebuah wadah evaluasi dari hasil selama berlatih. Sejalan dengan harapan para pelatih, Okta juga menyampaikan keinginannya agar ajang perlombaan ini selalu ada sehingga ia bisa berlatih lebih giat lagi dengan pengalaman yang telah dia dapatkan.                

  Sebagai penutup, pelajar yang bercita-cita sebagai TNI-AL ini berpesan,  “Teruslah berdoa . Latihan lah lebih keras lagi. Cari sesuatu yang bisa dijadikan motivasi. Kalau perlu paksakan dan lawan rasa sakit itu maka akan mewarisi pencapaian.”

            Terimakasih kepada  Okta Juliannada yang telah berbagi cerita pengalamannya. Semoga semakin berprestasi kedepannya. Aamin. Selanjutnya kepada para pembaca mari simak terus cerita pengalaman siswa-siswi SMAN 1 lingga dalam kegiatan lainnya. **NG

FOTO-FOTO

Okta meraih Medali Perunggu Pada PORPROV ke IV Provinsi Kepri

FOTO Bersama Pelatih Bapak Maharan

Foto Bersama seluruh Kontingen Kab, Lingga

Foto Okta meraih medali perunggu

Foto saat pertandingan renang.

Foto O2SN  SD Meraih medali Emas

Foto O2SN SD Meraih medali Emas

Foto

Sumber : Nugraheni Dwi Agustin, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *