M.FADIL BER-AKSI DEMI MEWUJUDKAN GENERASI BERWAWASAN KEBANGSAAN YANG BERKARAKTER

Siapa yang tidak mengenal Muhammad Fadil? Sosok yang sering muncul dan menjadi pembicara dalam setiap event Oganisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Lingga merupakan siswa yang aktif , bertanggungjawab dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Dirinya resmi didapuk menjadi ketua OSIS dalam kampanye pemilihan periode 2017-2018 bersama wakilnya Tengku Olivyasya Da Lingga.

Sebagai ketua OSIS, Fadil dipercaya untuk mengemban amanah bersama rekan-rekan OSIS dan MPK lainnya untuk menggerakkan roda organisasi di sekolah. Beberapa kegiatan rutin sekolah telah berhasil terselenggara dengan baik di bawah pimpinanya seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Class Meeting, latihan baris berbaris sebagai calon Paskibra, Pelepasan Siswa/I kelas XII dan Pentas Seni memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober yang lalu sekaligus akhir masa baktinya.

Karir organiasi yang baik inilah membawa M.Fadil mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan nyata tentang karakter dan wawasan kebangsaan bagi para ketua OSIS dan ketua seksi kerohanian SMA seluruh nusantara pada tanggal 9 s.d 12 Oktober 2018 di Grand Mulya Bogor Resort and Convention Hotel, Jawa Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nama Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI).Tujun dari program ini antara lain adalah untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter nasionalisme, kemandirian, religius, integritas, dan gotong-royong, memiliki keterampilan memanfaatkan teknologi digital serta mampu beradaptasi dengen perkembangan IPTEK. Pada kegiatan ini peserta berkesempatan berdialog dengan tokoh-tokoh inspiratif, salah satunya Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo.

Berikut ini mari kita simak bersama cerita pengalaman Muhammad Fadil dalam mengikuti kegiatan AKSI yang telah penulis kemas secara menarik. Meskipun awalnya dia sempat merasa cemas dan bimbang saat dipanggil melalui pengeras suara agar mendatangi guru Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Ibu Syafni Erida, S.PdI, M.PdI ke ruangan. Siswa yang tidak hafal nomor handphone-nya sendiri ini hanya bisa diam terpaku menunggu gurunya menyampaikan maksud pemanggilan dirinya. Bapak Kepala Sekolah, Fezi Karyadi,S.Pd, M.Pd juga tidak kalah tegas berbicara membuat ia sempat dirundung perasaan bersalah karena mengira telah melalaikan tanggungjawabnya sebagai ketua OSIS. Namun diakhir pembicaraan Bapak Kepsek memberikannya selembar surat untuk segera dibaca. Setelah membaca isi surat tersebut, segala kegundahannya mencair bertukar dengan rasa senang dan bangga. “Alhamdulillah saya bersyukur sekali. Saya merasa senang dan bangga bahwa saya dipilih untuk ke Bogor mengikuti kegiatan AKSI ini. Namun masih ada perasaan tegang juga karena mendadak dipanggil. Alhmadulillah ini rezeki saya.” Jawabnya mengenang kejutan itu melalui pesan singkat via Whatapps (24/11/18). Kepala Sekolah pun menjelaskan persiapan yang harus dibawa nanti seperti baju sekolah, baju adat daerah, perlengkapan sholat, dan baju harian  menyesuaikan lamanya kegiatan.

Penyuka warna merah dan hitam ini memulai perjalanan bersama rekan-rekannya dari Kab. Lingga pada tanggal 8 Oktober ke Tanjungpinang. Keesokan harinya terbang dari bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang menuju Bandara Soekarno-Hatta. Lamanya sekitar 1 jam 45 menit. Rombongan tiba pada pukul 12 siang. Selanjutnya menggunakan bus menuju kota Bogor dalam waktu tempuh tiga jam. Sesampainya di lokasi M.Fadil beserta rombongan langsung melakukan registrasi. Di sana telah berkumpul dari setiap provinsi dan kabupaten kota senusantara. Total peserta 410 yang terdiri dari 340 siswa dari OSIS dan kerohanian tingkat SMA ditambah 170 siswa tingkat SMK.

Putra pasangan Bapak Burhanuddin dan Ibu Maimunnisah merasa sangat senang ketika berbaur dengan seluruh temannya dari 34 provinsi.”Saya bisa berdiskusi dengan beberapa teman untuk membahas negeri ini kedepannya.” Mengenai sejumlah kegiatan yang diikutinya, Fadil menuturkan “Kami mendapat latihan kekompakkan, karakteristik, dan disiplin yang tinggi. Selain itu kami juga dilatih menjadi individu yang anti hoax, anti narkoba, dan bagaimana cara menjadi pengusaha sukses.”

Berinteraksi untuk pertama kalinya dengan rekan-rekan dari berbagai suku dan ras, membuat Fadil merasakan kesan yang begitu mendalam dan istimewa, “DI sini selama empat hari kami memiliki banyak pengalaman yang tak terlupakan. Kami berbaur dari berbagai suku, ras dan agama bersatu padu penuh kebersamaan. Kami belajar musik angklung yang diajarkan oleh kakak mahasiswa dari Universitas Seni Bandung. Kami juga belajar kerja sama membangun menara peonering yang tingginya mencapai 60 meter. Di situ banyak sekali permainan yang melatih kekompakkan dan solidaritas kami. Walaupun kita berbeda suku dan agama namun semuanya menjadi satu, kami pancasila, kami Indonesia  dan kami NKRI. Selain itu kami juga melakukan outbond di sekitar lokasi gedung Grand Mulya Bogor.” Tuturnya bersemangat.

Hal yang paling berkesan dan tidak terlupakan adalah ketika Fadil dan teman-temannya diberikan surprise oleh panitia penyelenggara yaitu kehadiran Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo dengan beberapa mentri yaitu Bapak Muhadjir Effendy mentri pendidikan dan Ibu Susi Pudjiastuti menteri kelautan. Meskipun ia tak sempat mengabadikan moment tersebut melalui kamera hp karena penjagaan yang ketat namun ia tetap merasa bangga bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia.

Fadil mengulik sebuah berita di instagram @direktorat.psma untuk mengingat kembali apa yang disampaikan Pak Jokowi dalam kesempatan yang singkat ini, Beliau menyampaikan “Anak-anak muda memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti dan menguasai teknologi yang demikian cepat.Sebut saja perkembangan teknologi komunikasi terkini, kecerdasan dan lain sebagainya terdapat peluang yang besar bila mana para pemuda ini mau memanfaakannya. Inilah peluang anak-anak muda mengembangkan diri. Hati-hati anakku semua, perubahan-perubahan seperti ini memunculkan peluang, tetapi juga banyak tantangan yang harus dihadapi.” Fadil memberi apresiasi untuk Bapak Jokowi karena itu adalah tantangan yang aka dihadapi kedepannya.

Empat hari kegiatan AKSI berlangsung. Semua membawa pengalaman berharga untuk dibagi kepada rekan-rekan di daerah masing-masing. Namun kata perpisahan tetap memberi ruang kesedihan di hati Fadil dan teman-teman. “Saya paling sedih karena belum bisa berkenalan dengan seluruh teman. Bahkan ada yang namanya belum saya ketahui. Saya juga belum sempat bertukar pikiran kira-kira bagaimana mereka menghadapi tantangan hidup kedepannya nanti.”tutur penggemar air putih dan jus alpukat penuh haru. Selain pesan dari Bapak Presiden, mereka juga mendapat nasehat dari Bapak Kolonel Inf.Sammy Ferrijana M.Si Kepala Pusat Manajemen Akreditasi Universitas Pertahanan “Kalian semua adalah agen-agen perubahan Indonesia kedepannya utnuk Indonesia di masa depan nanti.”

Penyuka seni tari dan olahraga ini ternyata sempat merasa rindu dengan sekolahnya selama kegiatan. Tentunya sekembali ia dari kegiatan AKSI tersebut, M.Fadil sangat berterimakasih kepada seluruh pihak, terutama guru-guru SMA Negeri 1 Lingga yang telah memberikan motivasi dan kesempatan. “Saya berterimakasih kepada Ibu guru saya, Ibu Nugraheni Dwi Agustin,S.Pd yang telah memberikan saya kesempatan berbagi pengalaman saya dengan orang-orang yang memiliki jiwa pemimpin.” Semangat yang dimiliki Fadil terus berkobar, senada dengan pesan Bapak Presiden, “Sebagai pemuda kita bertanggung jawab menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan antar sesama.”

Lumayan seru ya pengalaman Fadil di atas. Banyak sekali hal menarik dan berkesan untuk kita nikmati bersama. Sebagai penutup Fadil dan saya ingin menyerukan sebuah semangat persatuan. Ikuti bersama ya!

Siapa kita ? INDONESIA !!!

Apa Ideologi kita ? PANCASILA !!!

Apa tanggung jawab kita? NKRI HARGA MATI !!!

Terima kasih telah membaca sekelumit pengalaman dari salah seorang siswa SMA Negeri 1 Lingga. Ikuti liputan kami selanjutnya ya. Salam literasi.**NG.

Sumber : Nugraheni Dwi Agustin, S.Pd

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*