Laskar Sejarah di Negeri Laskar Pelangi

Menjejakkan kaki di bumi Laskar Pelangi tentu merupakan pengalaman yang paling berkesan bagi siswi bernama lengkap Kurniati Kandariah Harahap. Dia terpilih untuk mewakili sekolahnya dalam serangkaian kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) yang dilaksanakan oleh Balai Pelestari  Sejarah dan Nilai Tradisi (BPSNT) kota Tanjungpinang dari tanggal 15 s.d.19 Juli 2016 di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mewakili sekolah berarti membawa nama baik sekolah. Beban tersebut membuatnya berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan diri. Bersama Guru Pembimbingnya, Bu Geni, secara rutin selama dua bulan Kanda giat bekonsultasi dan berlatih. Mengumpulkan buku-buku sejarah, mewawancarai sejarawan lokal di Daik Lingga, membuat konsep presentasi, berdiskusi, untuk menguasai karya tulisnya. “Anaknya rajin dan tekun dalam berlatih.” Ungkap Bu Geni menyampaikan kesan kala membimbing Kanda di rumah.

Topik yang dipilih Kanda adalah Tokoh Pahlawan Daerah yaitu Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Sultan Pertama Kerajaan Riau-Lingga- Johor dan Pahang. “Topik ini sedang hangat diperbincangkan. Karena Sultan Mahmud sedang dalam tahap akan diangkat menjadi Pahlawan Nasional dari Kepri.” Imbuhnya dengan penuh semangat.

Siswi yang memiliki hobi membaca ini terpilih sebagai finalis dalam lomba menulis sejarah lokal dan daerah. Dia harus mengikuti serangkaian kegiatan selama di Belitung Timur. Mulai dari presentasi hasil karya ilmiah hingga mengunjungi tempat tempat bersejarah seperti kerajaan Balok dan Museum Istiqomah. Selain perwakilan dari Provinsi Kepri, finalis juga berasal dari Riau sebanyak satu orang, Jambi dua orang dan Bangka-Belitung satu orang. Total finalisnya ada 6 orang.

Remaja yang akrab disapa Kanda, merasa sangat senang bisa sampai di kota yang mendapat julukan bumi Laskar Pelangi. “Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan seperti ini. Tujuan utamanya memang untuk mengikuti lomba. Namun jika dijadwalkan ada juga kegiatan mengunjungi situs sejarah dan tempat wisata, tentu sangat senang. Kapan lagi bisa mendapatkan kesempatan ini.” terangnya saat bersama rombongan finalis Laseda lainnya dari Provinsi Kepri setelah tiba di Hotel Guest.

Sebelum presentasi dimulai diawali dengan seminar sejarah dengan narasumbernya yaitu Bu Wiwiek Anastasya seorang peneliti sejarah.    Diakuinya tampil sebagai finalis pertama untuk presentasi sempat membuatnya gugup. Namun dia berusaha mengatasinya sendiri dengan menumbuhkan sikap optimis mengingat jauhnya perjalanan dan perjuangannya untuk sampai pada tahap ini. Sayangnya pembimbing Karya Tulis Ilmiah Bu Nugraheni Dwi Agustin,S.Pd,  justru tidak bisa hadir melihatnya tampil presentasi dikarenakan sakit.

“Meskipun ibu Geni tidak bisa melihat Kanda tampil, Kanda tetap harus semangat dan percaya diri.” Ungkapnya tetap optimis.

Seusai presentasi, Kanda mendatangi Bu Geni dan menceritakan proses perlombaan. “Alhamdulillah pertanyaan para juri bisa Kanda jawab Bu. Meskipun ada yang mengkritik tulisan Kanda masih belum lengkap uraiannya. Kanda ikut mengajukan pertanyaan saat finalis lainnya tampil.” Paparnya. Saat ditanya apakah Kanda puas dengan penampilannya, dia menuturkan “Cukup puas sebab apa yang ingin disampaikan bisa tersampaikan dengan lancar seperti latihan sebelumnya.”

Hari selanjutnya, rombongan Laseda beserta panitia mengadakan wisata sejarah ke Museum Istiqomah dan mesjid tertua di Kota Belitong. Lalu ke kompleks pemakaman Raja-raja Melayu. Dilanjutkan ke situs Istana Kerajaan Balok Lama dan Balok Baru.

Di hari ke tiga rombongan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Pantai Nyiur Melambai, Pantai Burung Mandi, Kuil Dewi Kwan-In dan Kampung Seni. Di hari yang sama  khusus rombongan finalis diizinkan panitia untuk mengunjungi replika sekolah SD Gantong Muhammadyah tempat Andrea Hirata bersekolah dan ke Pantai tempat syuting film Laskar Pelangi. “Sayangnya kami tidak bisa mengujungi museum Kata milik Andrea Hirata karena dalam tahap pemugaran.”

            Pada malam harinya tanggal18 Juli pengumuman juara peserta presentasi lomba Karya tulis sejarah diumumkan. Kanda meraih Juara harapan III. Meskipun sempat merasa kecewa karena hasilnya jauh dari yang diharapkan, Kanda tetap semangat untuk mengikuti perlombaan lainnya jika diberikan kesempatan lagi oleh sekolah. “Yang penting kita sudah berusaha yang terbaik. Latihan rutin. Strategi juga kita susun. Hasilnya kita serahkan kepada Allah.” Ujar Bu Geni tetap semangat.**NG

Penulis : Nugraheni Dwi Agustin, S.Pd

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*