BINTANG PELAJAR, Clara, Seminggu yang Dirindu di Kota Palu

            Terpilih sebagai peserta pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan provinsi kepri yang bekerjasama dengan bank BNI membuat Clara Shalina sumringah. Dia mengikuti serangkaian proses seleksi di sekolah. Mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis hingga tes wawancara. Gadis penyuka warna hitam dan pink ini akan diberangkatkan ke kota Palu, Sulawesi Tengah pertengahan bulan Juli yang lalu.

Clara tidak berangkat sendirian. Dia bersama 20 peserta lainnya akan berada di kota Palu mulai tanggal 16 s.d 22 Juli. Sebelum berangkat, Clara mengikuti pembekalan di Tanjungpinang selama dua hari yaitu tanggal 14dan 15Juli.Selama pembekalan ia mendapatkan bimbingan untuk bersosialisasi di sana. “Saya mendapatkan pengarahan juga mempersiapkan beberapa pertunjukan seni seperti yel-yel dan menyanyikan lagu Pulau Bintan.” Ujarnya dalam wawancara Minggu (21/8)

Clara mendiami lokasi di Kelurahan Lere, Palu Barat. Bersama dua teman dari Tanjungpinang dan Bintan, dia menginap di rumah orangtua asuh yang bernama Bu Hasni, seorang pegawai Kelurahan Lere.

Hari pertama, dia menikmati sarapan bersama seluruh teman dan kakak pemandu di Sanggar Souraja. Makanan khas Palu langsung dihidangkan. Terdapat menu Kaledo yaitu sum sum tulang sapi yang direbus seperti sop. Cara menikmatinya dengan menyedot sum sum menggunakan pipet. Tak ketinggalan sayur daun kelor. Menurut cerita mitos siapa yang telah memakan daun kelor maka akan kembali lagi ke kota Palu. Ujar Clara.

 

Selama menjalani kegiatan pertukaran pelajar tersebut, menurut Clara lebih banyak suka dari pada dukanya.”Saya suka sekali karena bisa mengenal banyak daerah di Indonesia. Seperti ucapan Kakak Pemandu ‘Palu merupakan sebagian dari Nusantara”. Tuturnya sambil mengenang.

Meskipun Palu merupakan daerah yang baru pertama kali dikunjunginya, Clara langsung mendapat kesan positif. Karena penduduknya sangat ramah. “Palu Barat sudah sering menjadi wilayah tujuan wisatawanmaupun pertukaran pelajar. Jadi masyarakatnya sudah terbiasa dengan kedatangan orang asing.”Ujar Clara.

Selain merasakan keramahan, siswa yang hobi dengan pelajaran Biologi dan Bahasa Inggris ini juga mendapat berbagai pengalaman baru setelah berinteraksi dengan masyarakat dan teman-teman sesama peserta. “Saya jadi bisa sedikit sedikit bahasa isyarat.” Hal ini karena terdapat dua peserta dari kota Tanjungpinang yang merupakan siswa SLB.

Rombongan peserta pertukaran pelajar ini mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Vatunounju yang merupakan lahan terbuka berisi area situs sejarah zaman megalitikum. Selain itu mereka juga mengunjungi sekolah favorit di Palu yaitu SMA Al Azhar dan SMA negeri 3 Palu.  Mereka juga mengunjungi kampus Universitas Tajulako yang merupakan universitas terluas di Asia Tenggara. Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, mereka mendapatkan informasi langsung dari wakil kepala sekolah tentang sejarah dan prestasi yang sekolah.   “SMA Al- Azhar selalu meraih juara satu dalam lomba debat Bahasa Inggris tingkat Nasional  sedangkan SMAN 3 Palu adalah peraih Adiwiyata. Sekolahnya memang bersih sekali.” Ungkap Clara penuh kekaguman.

Satu kejutan didapat oleh peserta pertukaran pelajar  disela kegiatan mengunjungi kantor Walikota Palu, mereka diketemukan dengan wakil Walikota Palu yaitu Bapak Sigit Purnomo. Sosoknya sangat dikenal dengan nama Pasha ‘Ungu’. Kontan mereka minta berfoto bersama dengan sang wakil walikota.

Terlepas dari semua kebahagiaan itu terselip sedikit kesedihan bagi Clara. Dia yang memiliki alergi terhadap daging sapi sehingga harus merepotkan kakak pemandu untuk menyediakan makanan yang bebas daging sapi.

Menikmati keseruan bersama teman-teman baru membuat waktu berjalan dengan sangat cepat. Meskipun kini sudah kembali ke kota masing

-masing mereka berupaya dapatsaling berkomunikasi melalui media sosial.

Ketika ditanya apakah Clara ingin kembali sewaktu-waktu ke kota Palu, dengan penuh keyakinan ia menjawab “Mau, soalnya ramah sekali penduduknya. Meskipun bahasanya sedikit berbeda saya tetap merindukan keramahannya.” Clara juga mengingat dengan baik setiap detik potongan kenangan yang dialaminya.**NG

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*